Share

KALEIDOSKOP 2022: Perkembangan Covid-19 Sepanjang 2022, Kemunculan Subvarian BA.2 hingga XBB

Tim Liputan MPI, Jurnalis · Selasa 20 Desember 2022 11:18 WIB
Di 2022 perkembangan Covid-19 banyak berfokus pada varian Omicron. Jenis varian ini melahirkan banyak 'anak'. Sampai akhirnya di ujung 2022 kasus sempat naik lagi meski tidak drastis.
 
MNC Portal merangkum perkembangan Covid-19 di 2022 dalam video berikut ini.
 
1. BA.2
Jika menarik ke awal 2022, Omicron mengejutkan dunia dengan hadirnya anak pertama yaitu BA.2. Kemunculan subvarian ini terjadi pada awal 2022.
 
Subvarian BA.2 sempat disebut dengan nama 'Omicron Siluman". BA.2 sempat membuat cemas masyarakat global termasuk bagi mereka yang sudah divaksin dosis lengkap. BA.2 dianggap mudah menular yang mana membuat kenaikan kasusnya sangat cepat.
 
2. BA.2.12.1
Setelah BA.2 hadir, subvarian ini bermutasi menjadi BA.2.12.1. Kemunculan anak BA.2 ini dilaporkan Medical News Today pada April 2022.
 
Dijelaskan bahwa subvarian ini menyebar antara 16-23 April 2022 di Amerika Serikat. Subvarian ini banyak ditemukan di New York, bahkan jadi subvarian yang banyak menyebabkan orang sakit.
 
3. BA.4 dan BA.5
Subvarian Omicron lainnya yang muncul adalah BA.4 dan BA.5. Di Indonesia sendiri, kedua subvarian ini terdeteksi pada 6 Juni 2022. 
 
Menurut data Kemenkes RI, subvarian ini menyebar sangat cepat, dibandingkan subvarian Omicron sebelumnya. 
 
4. BA.2.75.2
Setelah lama tak ada kasus subvarian Omicron yang baru tiba-tiba pada September 2022, anak BA.2 'lahir'.
 
Subvarian BA.2.75.2 namanya. Dijelaskan laman Deseret News, subvarian ini dianggap lebih ganas daripada subvarian yang pernah ada dari keluarga Omicron.
 
Subvarian ini mirip dengan BA.5 yang mendominasi kasus Covid-19 di AS. Salah satu faktornya adalah karena subvarian ini dapat menghindari perawatan antibodi penawar yang dihasilkan oleh vaksin Covid-19.
 
5. XBB
Pada akhir Oktober 2022 muncul subvarian XBB dan BQ.1 yang masih turunan Omicron. Kini, kedua subvarian tersebut masih jadi perhatian dunia.
 
Menurut laman WHO, XBB adalah rekombinan dari sublineage BA.2.10.1 dan BA.2.75. XBB menjadi ancaman serius karena subvarian ini membuat seseorang terinfeksi ulang dan membahayakan keselamatan.
 
Kini, Indonesia masih berjuang menurunkan angka kasus harian yang kasusnya didominasi oleh Omicron. 

(fru)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini