Menikmati Pulau Alor, Surga Wisata di Ujung Nusa Tenggara

Feri Usmawan, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 22:29 WIB
Memiliki garis pantai 287 kilometer, keindahan alam Pulau Alor sangat eksotis. Perjalanan menjelajah Alor bisa dimulai dari Pantai Batu Lubang. Pantai menghadap ke Timor Leste ini adalah titik nol kilometer Alor, pantai ini memiliki gua karang yang terbentuk akibat abrasi alami terus menerus.
 
Selain indah di permukaan, Pulau Alor juga kaya hasil laut dan budaya. Kabupaten Alor terdiri dari 20 pulau kecil. Salah satunya Pulau Ternate yang menjadi pusat kain tenun ikat khas NTT. Sebagian besar perempuan di pulau ini bekerja sebagai penenun.
 
Tenun buatan Alor menggunakan pewarna kain alami, sehingga lebih awet. Bahan pewarna diambil dari pepohonan di sekitar desa dan biota laut, spons. Untuk mengambil spons, warga harus menyelam ke dasar laut.
 
Alam bawah laut Pulau Alor bertabur terumbu karang dan aneka ikan, Keindahan alam bawah ini jadi inspirasi bagi tenun ikat.
 
Salah satu penduduk asli Alor adalah Suku Abui atau orang gunung, mereka hidup di pesisir pantai, tapi lokasinya sedikit lebih tinggi. Mayoritas warganya hidup dengan berkebun, sebagian kecil membuat kain songket.
 
Songket suku Abui warnanya lebih gelap dibandingkan tenun Desa Ternate. Tapi, pembuatannya sama karena bahannya berasal dari alam sekitar. Kain songket sering dipakai saat ritual adat atau atraksi budaya

(ard)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini